Cara memilih AC untuk apartemen studio adalah dengan menyesuaikan kapasitas PK dengan luas dan beban panas ruangan, memilih jenis AC berdasarkan durasi pemakaian, serta memeriksa posisi indoor, lokasi outdoor, jalur drainase, dan aturan gedung. Pertimbangkan juga daya listrik agar AC tetap nyaman digunakan tanpa membebani tagihan bulanan.

Table of Contents

Hal tersebut penting karena apartemen studio menggabungkan area tidur, kerja, pantry, dan ruang santai dalam satu ruangan. Artikel ini akan membahas kapasitas AC, pilihan jenis unit, posisi pemasangan, konsumsi listrik, aturan instalasi, serta kesalahan yang perlu dihindari.

AC untuk Apartemen Studio Perlu Dipilih dari Ukuran Ruang, Posisi Unit, dan Konsumsi Listrik

AC untuk apartemen studio perlu disesuaikan dengan luas ruang utama yang benar-benar akan didinginkan, bukan sekadar luas total unit yang tercantum pada brosur properti. Area kamar mandi, balkon, dan ruang servis yang tertutup tidak harus dimasukkan ke dalam luas ruang ber-AC.

Selain ukuran ruangan, perhatikan tinggi plafon, ukuran jendela, paparan matahari, jumlah penghuni, perangkat elektronik, aktivitas di pantry, serta durasi pemakaian AC. Faktor-faktor tersebut dapat menambah beban panas meskipun luas lantai apartemennya tidak berubah.

Untuk penggunaan rutin, AC split dapat menjadi pilihan karena rapi dan tidak mengambil ruang lantai. Jika AC menyala dalam waktu lama, AC inverter layak dipertimbangkan. Sementara itu, AC portable lebih sesuai untuk kondisi yang membatasi instalasi permanen, tetapi tetap membutuhkan jalur pembuangan udara panas.

Kenali Tantangan Pendinginan di Apartemen Studio

Apartemen studio memiliki kebutuhan pendinginan yang berbeda dari kamar tidur biasa. Hampir semua aktivitas berlangsung di satu ruangan sehingga panas dari penghuni, jendela, perangkat elektronik, dan kegiatan memasak dapat memengaruhi kerja AC.

1. Ruang Terbatas Membuat Arah Udara Harus Lebih Tepat

Ukuran ruangan yang kecil bukan berarti indoor AC dapat dipasang di sembarang tempat. Hembusan udara dapat terhalang lemari, rak tinggi, tirai, partisi dekoratif, atau furnitur lain sehingga pendinginan tidak merata.

Posisi AC di apartemen studio sebaiknya memungkinkan udara bergerak menuju area utama tanpa penghalang besar. Perhitungkan pula kemungkinan perubahan layout, misalnya penambahan lemari atau pemindahan meja kerja setelah unit ditempati.

2. Aktivitas dalam Satu Ruangan Membuat AC Lebih Sering Digunakan

AC apartemen studio dapat digunakan untuk tidur pada malam hari, bekerja pada siang hari, dan beristirahat pada akhir pekan. Karena itu, efisiensi listrik, tingkat kebisingan, kestabilan suhu, dan kemudahan membersihkan filter perlu dipertimbangkan.

Komputer, monitor, televisi, kulkas, lampu, dan peralatan memasak juga menghasilkan panas. Panasonic menjelaskan bahwa beban panas ruangan dapat berasal dari faktor eksternal, seperti sinar matahari melalui jendela, serta faktor internal, seperti perangkat elektronik dan jumlah penghuni.

Gunakan ilustrasi layout apartemen studio yang memperlihatkan:

  • Posisi indoor AC.
  • Arah aliran udara.
  • Tempat tidur.
  • Meja kerja.
  • Pantry.
  • Jendela.
  • Lemari atau partisi.
  • Lokasi outdoor AC.

AC sesuai luas ruangan

Pilih Kapasitas AC Sesuai Luas Apartemen Studio

Ukuran PK AC apartemen studio perlu ditentukan berdasarkan beban pendinginan ruangan. AC yang terlalu kecil membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan, sedangkan kapasitas berlebihan dapat meningkatkan biaya pembelian tanpa otomatis memberikan kenyamanan yang lebih baik.

1. Jangan Memilih AC Hanya Berdasarkan Harga

Jangan memilih AC hanya karena harganya paling murah atau kapasitasnya paling besar. AC murah dengan kapasitas terlalu kecil dapat bekerja lebih berat, sementara AC berkapasitas jauh di atas kebutuhan belum tentu menjadi pilihan yang efisien.

Bandingkan kapasitas pendinginan dalam BTU/h, konsumsi daya, jenis kompresor, fitur yang benar-benar dibutuhkan, dan kemudahan servis. Penyebutan PK juga perlu dicocokkan dengan BTU/h karena kapasitas setiap model dapat sedikit berbeda.

Sebagai gambaran, Panasonic mencantumkan konversi kapasitas berikut:

  • 1/2 PK: sekitar 5.000–5.300 BTU/h.
  • 3/4 PK: sekitar 6.990–7.000 BTU/h.
  • 1 PK: sekitar 9.000–9.720 BTU/h.
  • 1,5 PK: sekitar 11.600–13.000 BTU/h.
  • 2 PK: sekitar 16.000–19.100 BTU/h.

Angka tersebut merupakan rentang kapasitas produk, bukan patokan mutlak bahwa luas tertentu pasti membutuhkan ukuran PK yang sama.

2. Perhatikan Tinggi Plafon, Jendela, dan Paparan Matahari

Dua apartemen dengan luas lantai yang sama belum tentu membutuhkan kapasitas AC yang sama. Plafon tinggi menambah volume udara yang perlu didinginkan, sedangkan jendela besar dan paparan matahari sore dapat meningkatkan panas yang masuk.

Kondisi lain yang perlu diperhitungkan meliputi jumlah penghuni, posisi unit di lantai teratas, kualitas tirai, frekuensi membuka pintu, jumlah perangkat elektronik, dan aktivitas memasak. Oleh karena itu, tabel berikut hanya digunakan sebagai estimasi awal untuk ruangan dengan plafon standar dan beban panas normal.

Luas Ruang Utama Rekomendasi Awal Kondisi Ruangan Catatan Pemilihan
Hingga 10 m² Sekitar 1/2–3/4 PK Plafon standar dan paparan matahari rendah Pilih batas atas jika terdapat jendela besar, matahari langsung, atau beberapa perangkat elektronik.
11–14 m² Sekitar 3/4–1 PK Ruangan tertutup dengan beban panas normal Periksa jumlah penghuni dan durasi penggunaan komputer atau peralatan lain.
15–18 m² Sekitar 1–1,5 PK Studio berukuran sedang Pilih kapasitas berdasarkan BTU/h, tinggi plafon, dan paparan matahari, bukan luas saja.
19–24 m² Sekitar 1,5–2 PK Studio besar atau memiliki beban panas tambahan Pemeriksaan lapangan disarankan jika pantry aktif atau jendela menerima matahari langsung.
25–36 m² Perlu perhitungan lebih terperinci Layout terbuka dengan volume ruang lebih besar Sesuaikan dengan daya listrik unit dan pertimbangkan survei teknisi sebelum membeli.

Estimasi tersebut tidak menggantikan perhitungan beban pendinginan. Untuk hasil yang lebih akurat, teknisi perlu melihat dimensi ruangan, jumlah penghuni, sumber panas internal, paparan matahari, dan spesifikasi unit yang dipertimbangkan.

Pertimbangkan Jenis AC yang Paling Cocok untuk Apartemen Studio

Jenis AC sebaiknya disesuaikan dengan durasi pemakaian, ketersediaan tempat untuk outdoor, kebutuhan fleksibilitas, dan anggaran. Berikut perbandingan beberapa pilihan yang umum digunakan sebagai pendingin ruangan apartemen kecil.

1. AC Split untuk Penggunaan Harian yang Lebih Stabil

AC split untuk apartemen studio cocok bagi penghuni yang membutuhkan pendinginan rutin dan menginginkan tampilan ruangan lebih rapi. Indoor AC dipasang di dinding sehingga tidak mengambil ruang lantai yang terbatas.

Sebelum memilihnya, pastikan gedung menyediakan lokasi outdoor, jalur pipa, drainase, dan akses servis. Pemasangan juga perlu mengikuti batas panjang serta perbedaan ketinggian pipa yang direkomendasikan produsen.

2. AC Portable untuk Kebutuhan Fleksibel

AC portable untuk apartemen studio dapat dipertimbangkan apabila pemasangan permanen dibatasi atau pendinginan hanya diperlukan untuk sementara. Namun, istilah portable tidak berarti perangkat dapat digunakan tanpa jalur pembuangan.

AC portable tetap harus membuang udara panas melalui selang ke luar ruangan. Pengguna juga perlu menyediakan ruang lantai, mengatur pembuangan kondensat sesuai model, dan memperhatikan kerapatan panel pada jendela atau bukaan tempat selang dipasang.

Untuk memahami karakteristik kedua jenis AC tersebut, baca juga: Perbedaan AC dinding dan AC portable

3. AC Inverter untuk Pemakaian Lebih Lama

AC inverter layak dipertimbangkan apabila perangkat sering digunakan selama beberapa jam secara terus-menerus. Sistem inverter dapat menyesuaikan kecepatan kompresor berdasarkan kebutuhan pendinginan setelah suhu ruangan mendekati pengaturan.

Penghematan listrik aktual tidak dapat ditentukan hanya dari label inverter. Kapasitas AC, suhu pengaturan, beban panas, kebersihan filter, kebiasaan membuka pintu, dan durasi pemakaian tetap memengaruhi konsumsi energi.

Sebelum membeli, periksa kapasitas pendinginan dan rentang konsumsi daya pada spesifikasi produk. Sebagai contoh, produk inverter dapat mencantumkan kapasitas dan daya dalam bentuk rentang minimum hingga maksimum karena kerja kompresornya dapat berubah mengikuti kondisi ruangan.

Jenis AC Cocok untuk Kondisi Kelebihan Praktis Catatan Sebelum Memilih
AC split standar Penggunaan rutin dengan lokasi outdoor tersedia Rapi, pilihan kapasitas beragam, dan tidak mengambil ruang lantai Membutuhkan instalasi pipa, drainase, outdoor, dan izin gedung.
AC split inverter Pemakaian lama dengan kebutuhan suhu relatif stabil Kerja kompresor dapat menyesuaikan kebutuhan pendinginan Bandingkan daya, indikator efisiensi, kapasitas minimum–maksimum, dan biaya awal.
AC portable Instalasi permanen dibatasi atau penggunaan bersifat sementara Dapat dipindahkan dan tidak memerlukan outdoor terpisah Tetap membutuhkan selang pembuangan panas, ruang lantai, dan penanganan kondensat.

Posisi AC di dalam ruangan

Perhatikan Posisi Indoor AC agar Tidak Mengganggu Layout Ruangan

Posisi indoor AC harus mendukung penyebaran udara sekaligus tetap nyaman bagi penghuni. Penempatannya sebaiknya direncanakan sebelum memasang lemari permanen, partisi, atau dekorasi dinding.

1. Hindari Posisi AC yang Langsung Mengarah ke Tempat Tidur

Hembusan yang terus-menerus mengarah langsung ke tubuh dapat terasa kurang nyaman, terutama ketika AC digunakan sepanjang malam. Usahakan agar arah udara tidak terfokus ke kepala atau badan penghuni saat tidur.

Jika pilihan dinding terbatas, arah kisi udara dapat disesuaikan agar hembusannya menyebar. Perhatikan pula posisi meja kerja supaya penghuni tidak menerima aliran udara langsung selama bekerja.

2. Pastikan Aliran Udara Tidak Terhalang Furnitur

Lemari tinggi, rak, tirai, dan partisi dapat menghambat penyebaran udara. Sisakan ruang di sekitar indoor sesuai petunjuk pemasangan produsen dan hindari menempatkan furnitur besar tepat di depan jalur hembusan.

Pastikan panel indoor masih mudah dibuka untuk membersihkan filter. Posisi yang terlihat rapi tetapi menyulitkan perawatan dapat menambah biaya dan kerepotan saat AC perlu diservis.

Cek Aturan Gedung Sebelum Memasang AC

Instalasi AC apartemen harus mengikuti ketentuan pengelola gedung. Pemeriksaan sebelum membeli dapat mencegah pemindahan outdoor, perubahan jalur pipa, kebocoran drainase, atau pekerjaan ulang setelah unit tiba.

1. Perhatikan Lokasi Outdoor yang Diizinkan

Tidak semua apartemen memberikan kebebasan dalam menentukan posisi outdoor AC. Beberapa gedung telah menyediakan balkon servis, dudukan khusus, atau jalur utilitas yang wajib digunakan.

Lokasi outdoor juga perlu memiliki ruang pembuangan panas yang memadai dan dapat dijangkau untuk pemeriksaan. Teknisi perlu mengecek kondisi aktual agar pemasangan mengikuti petunjuk produsen serta ketentuan pengelola.

2. Pastikan Jalur Pipa dan Drainase Aman

Jalur pipa perlu direncanakan agar tidak mudah tertekuk, tidak mengganggu interior, dan tetap memungkinkan perawatan. Drainase harus dapat mengalirkan air kondensasi tanpa menetes ke fasad, balkon unit lain, koridor, atau area publik.

Gunakan checklist berikut sebelum menjadwalkan pemasangan:

  • Izin pemasangan dari pengelola gedung sudah diperoleh.
  • Lokasi outdoor yang tersedia sudah diperiksa.
  • Daya listrik unit apartemen mencukupi.
  • Posisi stop kontak sesuai kebutuhan.
  • Jalur pipa AC sudah ditentukan.
  • Jalur pembuangan air memiliki kemiringan dan arah yang aman.
  • Akses teknisi saat pemasangan dan servis tersedia.
  • Jadwal kerja teknisi sesuai aturan gedung.
  • Perlindungan lift dan area bersama sudah dikoordinasikan jika diwajibkan.
  • Risiko tetesan air ke fasad, balkon, atau unit lain sudah dicegah.

Hitung Konsumsi Listrik untuk Pemakaian Harian

Untuk memilih AC hemat listrik untuk apartemen, jangan hanya membandingkan harga unit atau ukuran PK. Periksa daya input dan perkirakan durasi penggunaan agar biaya operasional lebih mudah dikontrol.

1. Sesuaikan Pilihan AC dengan Durasi Pemakaian

Penghuni yang hanya menyalakan AC saat tidur memiliki pola konsumsi berbeda dari penghuni yang bekerja dari apartemen sepanjang hari. Catat perkiraan waktu penggunaan pada hari kerja dan akhir pekan agar perbandingan antar unit lebih realistis.

Rumus sederhana untuk membuat perkiraan awal adalah:

Konsumsi listrik (kWh) = daya AC (watt) × durasi pemakaian (jam) ÷ 1.000

Untuk perkiraan bulanan:

Konsumsi bulanan (kWh) = daya AC (watt) × jam pemakaian per hari × jumlah hari ÷ 1.000

Sebagai contoh, AC dengan daya tercantum 500 watt yang digunakan delapan jam per hari selama 30 hari menghasilkan perhitungan teoritis:

500 watt × 8 jam × 30 hari ÷ 1.000 = 120 kWh per bulan

Angka tersebut bukan jaminan konsumsi aktual. Kompresor dapat berhenti, bekerja kembali, atau menyesuaikan kecepatannya berdasarkan teknologi AC, suhu pengaturan, dan kondisi ruangan.

2. Bandingkan Daya AC Sebelum Membeli

Jangan membandingkan produk hanya berdasarkan PK. Dua AC dengan kapasitas pendinginan yang hampir sama dapat memiliki konsumsi daya dan karakter operasi yang berbeda.

Periksa beberapa informasi berikut pada spesifikasi produk:

  • Kapasitas pendinginan dalam BTU/h.
  • Daya input dalam watt.
  • Rentang daya minimum dan maksimum untuk AC inverter.
  • Indikator efisiensi energi.
  • Tegangan operasi.
  • Kapasitas listrik yang dibutuhkan ketika AC mulai bekerja.
  • Fitur pembatas daya apabila tersedia.

Pastikan total beban listrik tidak melebihi kapasitas apartemen ketika AC digunakan bersama kulkas, pemanas air, kompor listrik, komputer, dan peralatan lainnya. Jika kapasitas listrik terbatas, jangan langsung memilih AC low watt tanpa memastikan kapasitas pendinginannya juga mencukupi.

Tips Tambahan agar Pemilihan dan Perawatan AC Lebih Terencana

Selain kapasitas, jenis, dan posisi pemasangan, penghuni dapat membuat catatan sederhana agar pemilihan AC lebih sesuai dengan kondisi nyata. Dua langkah berikut juga berguna bagi pemilik unit sewa dan investor properti.

1. Buat Peta Panas dan Rutinitas Penghuni

Buat “peta panas dan rutinitas” sederhana selama dua atau tiga hari sebelum memilih AC. Catat area yang paling panas pada pagi, siang, dan sore, kemudian tandai jam ketika pendingin paling sering dibutuhkan.

Masukkan beberapa informasi berikut:

  • Posisi jendela dan arah datangnya matahari.
  • Area tempat tidur.
  • Posisi meja kerja.
  • Letak pantry.
  • Lokasi komputer, televisi, dan kulkas.
  • Furnitur tinggi yang berpotensi menghalangi udara.
  • Jam penggunaan ruangan.
  • Jumlah penghuni yang biasanya berada di dalam unit.

Catatan ini membantu teknisi menilai arah hembusan, tambahan beban panas, dan kemungkinan durasi operasi. Bagi pemilik unit sewa, peta tersebut juga membantu memilih posisi AC yang tetap efektif ketika susunan furnitur berubah.

2. Simpan Paspor Teknis AC

Pemilik apartemen dapat membuat “paspor teknis AC”, yaitu catatan ringkas mengenai unit dan instalasinya. Dokumen ini membantu ketika teknisi berganti, apartemen disewakan, atau AC perlu diperiksa setelah beberapa tahun.

Paspor teknis dapat memuat:

  • Merek dan model AC.
  • Kapasitas PK dan BTU/h.
  • Daya input.
  • Nomor seri unit.
  • Tanggal pemasangan.
  • Masa garansi.
  • Foto posisi indoor dan outdoor.
  • Foto jalur pipa dan drainase.
  • Panjang pipa serta komponen tambahan.
  • Jadwal pembersihan filter.
  • Riwayat servis dan perbaikan.
  • Kontak penyedia instalasi.

Bagi investor properti, riwayat perawatan yang rapi memudahkan pengelolaan biaya dan serah terima fasilitas kepada penyewa berikutnya.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Memilih AC Apartemen Studio

Kesalahan saat membeli atau memasang AC dapat membuat ruangan kurang nyaman, konsumsi listrik sulit dikontrol, atau perawatan menjadi lebih rumit. Hindari beberapa hal berikut:

  • Memilih AC tanpa mengukur luas ruang utama.
  • Menentukan PK hanya berdasarkan luas lantai.
  • Mengabaikan tinggi plafon dan paparan matahari.
  • Tidak memperhitungkan panas dari komputer, kulkas, atau pantry.
  • Mengabaikan aturan pemasangan dari pengelola gedung.
  • Tidak mengecek lokasi outdoor sebelum membeli.
  • Memasang indoor AC langsung menghadap tempat tidur.
  • Menempatkan lemari atau partisi di depan arah hembusan.
  • Mengabaikan jalur pembuangan air.
  • Membeli AC portable tanpa menyiapkan pembuangan udara panas.
  • Tidak membandingkan daya listrik antar unit.
  • Tidak menghitung perkiraan konsumsi listrik harian.
  • Memilih unit tanpa mempertimbangkan akses pembersihan dan servis.

FAQ Seputar Memilih AC untuk Apartemen Studio

Berikut jawaban singkat atas pertanyaan yang sering diajukan penghuni apartemen, pemilik unit sewa, dan investor properti sebelum membeli atau memasang AC.

1. AC berapa PK yang cocok untuk apartemen studio?

Ukuran PK bergantung pada luas ruang utama dan beban panasnya. Ruangan hingga 10 m² dapat memerlukan sekitar 1/2–3/4 PK, sedangkan ruangan 11–14 m² dapat mempertimbangkan sekitar 3/4–1 PK sebagai estimasi awal. Tinggi plafon, jumlah penghuni, jendela besar, dan matahari langsung dapat meningkatkan kebutuhan kapasitas.

2. Apakah AC split cocok untuk apartemen studio?

Ya. AC split cocok untuk penggunaan rutin karena tidak mengambil ruang lantai dan dapat menjaga tampilan ruangan tetap rapi. Namun, pemasangannya membutuhkan lokasi outdoor, jalur pipa, drainase, daya listrik yang sesuai, dan izin dari pengelola gedung.

3. Apakah AC portable bisa digunakan di apartemen studio?

Bisa, terutama jika pemasangan permanen dibatasi. Namun, AC portable tetap membutuhkan selang untuk membuang udara panas ke luar ruangan. Perhatikan pula ruang penempatan, tingkat kebisingan, pembuangan kondensat, dan kerapatan bukaan jendela.

4. Apa yang perlu dicek sebelum memasang AC di apartemen?

Periksa izin pengelola, lokasi outdoor, jalur pipa, drainase, stop kontak, kapasitas listrik, akses teknisi, dan risiko tetesan air. Tanyakan pula apakah gedung memiliki ketentuan mengenai kapasitas, metode pemasangan, atau waktu pekerjaan teknisi.

5. Bagaimana posisi AC yang ideal untuk apartemen studio?

Posisi ideal memungkinkan udara menyebar ke area utama tanpa terhalang lemari, partisi, atau tirai. Hindari hembusan langsung ke tempat tidur dan meja kerja. Pastikan panel indoor tetap mudah dibuka untuk membersihkan filter.

6. Apakah AC inverter lebih hemat untuk apartemen studio?

AC inverter dapat lebih efisien untuk penggunaan yang lama dan suhu yang relatif stabil karena kerja kompresornya dapat menyesuaikan kebutuhan pendinginan. Namun, konsumsi aktual tetap bergantung pada kapasitas, daya model, suhu pengaturan, kondisi ruangan, dan kebiasaan penggunaan.

7. Bagaimana cara mengurangi tagihan listrik AC di apartemen studio?

Pilih kapasitas yang sesuai, tutup pintu dan jendela saat AC menyala, gunakan tirai untuk mengurangi panas matahari, serta bersihkan filter secara berkala. Bandingkan daya input sebelum membeli dan gunakan timer jika AC tidak perlu menyala sepanjang malam.

Kesimpulan: Pilih AC Apartemen Studio yang Sesuai Ruangan, Aturan Gedung, dan Pemakaian Harian

Jika AC hanya digunakan beberapa jam pada malam hari, prioritaskan kapasitas yang sesuai, konsumsi daya rendah, dan posisi indoor yang tidak mengarah langsung ke tempat tidur. Jangan memilih kapasitas terlalu kecil hanya untuk mendapatkan harga pembelian yang lebih murah.

Jika AC digunakan untuk bekerja dan beristirahat sepanjang hari, pertimbangkan AC split inverter dengan kapasitas yang telah disesuaikan terhadap luas dan beban panas ruangan. Bandingkan BTU/h, rentang daya, tingkat efisiensi, dan kemudahan perawatan sebelum membeli.

Jika gedung membatasi pemasangan outdoor, AC portable dapat menjadi alternatif selama tersedia jalur pembuangan udara panas. Sebelum menentukan unit apa pun, pastikan lokasi outdoor, pipa, drainase, daya listrik, akses servis, dan izin pemasangan sudah diperiksa.

Pilih dan Pasang AC Apartemen Studio Bersama CV Bintang Plasma

Jika Anda ingin memilih AC yang tepat untuk apartemen studio, CV Bintang Plasma dapat membantu merekomendasikan jenis unit dan kapasitas berdasarkan luas, kondisi ruangan, serta pola pemakaian Anda. Tersedia pilihan AC split, AC inverter, dan AC portable dari berbagai merek, didukung jasa pemasangan dan servis AC untuk wilayah Jawa Timur dan Bali. Hubungi CV Bintang Plasma untuk mendiskusikan kebutuhan pendinginan ruangan sebelum menentukan unit dan jadwal pemasangan.

Surabaya
Jalan Tanjungsari No. 3 Blok E27, Surabaya
Whatsapp: +62821 4633 3345
Whatsapp: +62811-319-3345
Jam Operational
Senin – Jum’at : 09.00 – 17:00 WIB
Sabtu : 09:00 – 15:00 WIB

Bali
Jalan Pidada 1 No.1, Denpasar
Whatsapp: +62811-324-3345
Jam Operational
Senin – Jum’at : 09.00 – 17:00 WITA
Sabtu : 09:00 – 15:00 WITA

Madiun
Jl Imam Bonjol 7A, Madiun
Whatsapp: +62811-308-3345
Jam Operational
Senin – Jum’at : 08.00 – 16:00 WIB
Sabtu : 08:00 – 14:00 WIB