Penggunaan AC selama Ramadan terasa lebih intens karena perubahan jam aktivitas, durasi pemakaian yang lebih panjang di malam hari, serta kondisi tubuh yang lebih sensitif terhadap suhu saat berpuasa. 

Selama Ramadan, banyak orang merasa AC menyala lebih lama dari biasanya. Tagihan listrik terasa meningkat, ruangan cepat terasa hangat, dan suhu seolah tidak seefektif hari biasa. Padahal jika dilihat lebih dalam, yang berubah bukan hanya suhu, tetapi ritme aktivitas harian yang ikut bergeser.

Perubahan Jam Aktivitas Harian Selama Ramadan

Perubahan jam aktivitas adalah faktor utama yang membuat penggunaan AC selama Ramadan meningkat. Aktivitas yang biasanya berakhir sore hari bergeser hingga malam, bahkan menjelang sahur.

Di rumah, ruang keluarga aktif lebih lama untuk berbuka, tarawih, hingga sahur. Di kantor atau institusi tertentu, jam kerja fleksibel juga membuat pendingin ruangan tetap menyala lebih panjang dari pola normal. Tambahan 2–4 jam operasional per hari sudah cukup membuat pemakaian terasa lebih berat.

Peningkatan Aktivitas di Dalam Ruangan pada Malam Hari

Aktivitas dalam ruangan yang lebih padat di malam hari meningkatkan kebutuhan pendinginan. Berkumpul bersama keluarga, bekerja lembur, atau ibadah bersama membuat jumlah orang dalam ruangan bertambah.

Setiap tambahan penghuni menghasilkan panas tubuh yang menambah beban AC. Dalam ruang tertutup, peningkatan beberapa orang saja dapat membuat suhu cepat naik dan sistem pendingin harus bekerja lebih keras untuk menjaga kenyamanan.

Durasi Penggunaan AC yang Lebih Panjang Tanpa Disadari

Lamanya waktu AC menyala adalah penyebab paling sederhana namun sering luput diperhatikan. Meskipun suhu tidak diturunkan drastis, durasi operasional yang bertambah membuat konsumsi energi meningkat.

Jika pada hari biasa AC digunakan sekitar 8 jam, selama Ramadan bisa mencapai 10–12 jam. Selisih ini mungkin terasa kecil, tetapi dalam satu bulan penuh dampaknya cukup signifikan.

Kondisi tubuh lelah

Kondisi Tubuh yang Lebih Sensitif terhadap Suhu Saat Berpuasa

Tubuh menjadi lebih sensitif terhadap suhu saat berpuasa karena perubahan metabolisme dan asupan cairan. Ketika tubuh kekurangan cairan, rasa gerah bisa muncul lebih cepat meskipun suhu ruangan tidak berubah.

Sensitivitas ini membuat pengguna cenderung merasa ruangan kurang sejuk atau menurunkan suhu lebih rendah dari biasanya. Akibatnya, penggunaan AC terasa lebih intens meski unit bekerja dalam kapasitas normal.

Lingkungan Ruangan yang Lebih Padat di Waktu Tertentu

Kepadatan ruangan pada waktu berbuka, tarawih, atau sahur turut meningkatkan beban pendinginan. Ruang makan, aula, ruang keluarga, hingga ruang kerja sering diisi lebih banyak orang dalam waktu bersamaan.

Semakin padat ruangan, semakin besar panas yang harus diimbangi sistem AC. Jika kapasitas unit tidak benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan ruangan, sistem akan terasa bekerja lebih keras dan pendinginan menjadi kurang stabil.

Kesimpulan

Penggunaan AC selama Ramadan terasa lebih intens bukan karena kerusakan unit, tetapi karena perubahan pola aktivitas, durasi operasional yang lebih panjang, sensitivitas tubuh terhadap suhu, serta kepadatan ruangan di malam hari. Dalam banyak kasus, sistem bekerja normal, hanya beban kerjanya yang meningkat.

Untuk menjaga kenyamanan sekaligus efisiensi, penting memastikan kapasitas AC sesuai dengan luas dan fungsi ruangan. Pengaturan suhu yang tepat dan sistem yang sesuai kebutuhan akan membantu menjaga performa tetap stabil sepanjang Ramadan.

Pastikan Sistem AC Anda Siap Menghadapi Pola Penggunaan Ramadan

Penggunaan yang berubah membutuhkan sistem yang tepat sejak awal. Percayakan kebutuhan AC Anda pada CV Bintang Plasma sebagai distributor AC profesional dan authorized distributor berbagai merek ternama sejak 2017 menyediakan solusi instalasi dan maintenance untuk AC split, AC cassette, AC inverter, hingga VRF. Dengan perhitungan kapasitas yang akurat dan pemasangan sesuai standar, sistem pendingin dapat bekerja optimal meskipun jam penggunaan meningkat selama Ramadan.

Surabaya
Jalan Tanjungsari No. 3 Blok E27, Surabaya
Whatsapp: +62821 4633 3345
Whatsapp: +62811-319-3345
Jam Operational
Senin – Jum’at : 09.00 – 17:00 WIB
Sabtu : 09:00 – 15:00 WIB

Bali
Jalan Pidada 1 No.1, Denpasar
Whatsapp: +62811-324-3345
Jam Operational
Senin – Jum’at : 09.00 – 17:00 WITA
Sabtu : 09:00 – 15:00 WITA

Madiun
Jl Imam Bonjol 7A, Madiun
Whatsapp: +62811-308-3345
Jam Operational
Senin – Jum’at : 08.00 – 16:00 WIB
Sabtu : 08:00 – 14:00 WIB